Site icon Sekolah Hafizh Quran

Belajar Al-Qur’an Jadi Lebih Mudah & Menyenangkan, Ini Ikhtiar Guru-Guru SHQ

Muallim-Muallimat SHQ Ikuti Training Metode Ar-Rahman di AQL Islamic Center

Dalam upaya memperbaiki kualitas pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan Sekolah Hafizh Qur’an (SHQ), para muallim dan muallimat mengikuti kegiatan Training Metode Ar-Rahman yang diselenggarakan oleh Unit PINTAR AQL di AQL Islamic Center.

Pelatihan ini diikuti oleh manajemen dan muallim/at SHQ, baik yang hadir langsung secara tatap muka maupun yang mengikuti secara daring. Skema ini dipilih agar semua muallim dan muallimat tetap bisa terlibat meskipun berada di lokasi yang berbeda.

Bagi SHQ, pelatihan ini menjadi ruang belajar bersama bagi para guru untuk saling menyamakan persepsi, memperbarui cara mengajar, dan memperkuat kualitas pembelajaran di halaqah.

Training ini juga menandai masa transisi metode pembelajaran Al-Qur’an di SHQ. Jika sebelumnya menggunakan Metode Fathurrahman, kini SHQ mulai berproses menuju penerapan Metode Ar-Rahman. Peralihan ini dilakukan agar pendekatan belajar lebih sesuai dengan karakter santri, terutama anak-anak usia dini.

Metode Ar-Rahman sendiri dikenal dengan konsep 3T, yaitu Talqin, Tarkiz, dan Takrir. Talqin dilakukan dengan cara muallim membacakan terlebih dahulu lafaz atau ayat kepada santri. Setelah itu masuk ke tahap Tarkiz, di mana muallim memfokuskan perhatian santri dengan menunjuk langsung huruf atau kata yang sedang dipelajari. Proses ini kemudian dilanjutkan dengan Takrir, yakni membaca bersama secara berulang agar bacaan semakin terbiasa.

Pola ini membuat proses belajar terasa lebih dekat dan mudah diikuti, terutama bagi anak-anak yang masih berada di tahap awal belajar membaca Al-Qur’an.

Pelatihan ini secara khusus juga menjadi bagian dari persiapan SHQ dalam menyambut kegiatan Sanlat Ramadan. Materi tilawah yang diperoleh selama training akan langsung diterapkan dalam pembelajaran santri selama program Sanlat, sehingga para guru memiliki bekal metode yang seragam dan lebih siap dalam mendampingi santri.

Dengan demikian, tujuan utama dari kegiatan ini tidak hanya untuk meningkatkan kualitas tilawah santri SHQ secara umum, tetapi juga untuk memastikan bahwa pembelajaran Al-Qur’an selama Sanlat Ramadan berjalan lebih terarah, mudah dipahami, dan menyenangkan bagi anak-anak.

Salah satu muallim yang mengikuti pelatihan secara langsung, Ust. Widodo, menyampaikan bahwa Metode Ar-Rahman relatif mudah dipahami dan praktis diterapkan. Ia menilai metode ini terasa menyenangkan karena di dalamnya ada unsur permainan dan buku panduan yang sesuai dengan karakter anak-anak usia dini.

Dari proses pelatihan ini, para guru mendapatkan gambaran baru tentang bagaimana menghadirkan pembelajaran tilawah yang lebih hidup, komunikatif, dan tidak membuat anak cepat jenuh.

Bagi SHQ, pendidikan Al-Qur’an adalah proses jangka panjang yang dimulai dari kelas, dari interaksi sederhana antara guru dan santri, serta dari suasana belajar yang membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.

Oleh Zain abu Qudsy

Exit mobile version